Kabar Detail

image
  • By Aminatun Nisa
  • 12 Juni 2026

Seminar Literasi Antiradikalisme Siswa - Siswi SMP [SUB RAYON 02 KOTA SEMARANG]

Seminar Literasi Antiradikalisme Siswa - Siswi SMP [SUB RAYON 02 KOTA SEMARANG]

Semarang – Dalam upaya memperkuat karakter peserta didik serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga persatuan dan toleransi, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bersama tiga orang siswa dari SMP di Kecamatan Gunungpati mengikuti seminar bertajuk “Pembentengan Ajaran Radikalisme bagi Siswa-Siswi SMP Gunungpati Melalui Literasi Antiradikalisme.”

Kegiatan ini diselenggarakan di lingkungan Suprayon 02 Kota Semarang dan bertempat di Aula SMP Negeri 22 Semarang. Seminar diikuti oleh perwakilan guru dan siswa dari berbagai SMP di wilayah Gunungpati dengan tujuan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya paham radikalisme serta cara mencegah penyebarannya di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Dalam seminar tersebut, para peserta memperoleh materi mengenai pengertian radikalisme, ciri-ciri penyebaran paham radikal, serta pentingnya literasi digital dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. Narasumber juga menekankan pentingnya sikap moderat, toleran, dan cinta tanah air sebagai bagian dari karakter generasi muda Indonesia.

Guru yang mendampingi siswa menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan peserta didik. Melalui seminar tersebut, siswa diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi serta memahami nilai-nilai keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin, mengedepankan kedamaian, dan menghargai perbedaan.

Tiga siswa yang mengikuti kegiatan tampak antusias selama seminar berlangsung. Mereka aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber. Selain mendapatkan pengetahuan baru, para siswa juga memperoleh pengalaman berharga dalam membangun kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.

Kegiatan literasi antiradikalisme ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam membentengi generasi muda dari pengaruh paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, budaya, dan ideologi bangsa. Dengan bekal pemahaman yang baik, para siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, dan persatuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, sinergi antara sekolah, guru, siswa, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, harmonis, dan bebas dari pengaruh radikalisme.