Kabar Detail

image
  • By Aminatun Nisa
  • 12 Juni 2026

IMPLEMENTASI KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL (KKA) SMP HIKMA IBS

Produk Game Edukatif Siswa SMP Hikma International Boarding School Menggunakan Scratch

 

Di era digital saat ini, kemampuan berpikir logis, kreatif, dan problem solving menjadi keterampilan yang sangat penting bagi peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan SMP Hikma International Boarding School untuk mengembangkan keterampilan tersebut adalah melalui pembuatan game edukatif menggunakan platform pemrograman visual Scratch.

Scratch merupakan bahasa pemrograman berbasis blok yang dikembangkan oleh MIT dan dirancang khusus untuk memudahkan anak-anak dan remaja dalam belajar coding. Dengan antarmuka yang sederhana dan mudah dipahami, Scratch memungkinkan siswa membuat animasi, cerita interaktif, maupun permainan digital tanpa harus menguasai bahasa pemrograman yang kompleks.

Melalui kegiatan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), siswa SMP Hikma International Boarding School diajak untuk merancang dan mengembangkan game mereka sendiri. Proses ini dimulai dari menentukan ide permainan, membuat karakter (sprite), menyusun alur permainan, hingga memprogram berbagai fitur seperti skor, level, tantangan, dan sistem penghargaan.

Pengembangan game menggunakan Scratch terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir komputasional, logika, dan algoritma siswa. Selain itu, siswa juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan mengelola proyek secara mandiri.

Pembuatan game menggunakan Scratch memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  1. Melatih kemampuan berpikir kritis dan logis.
  2. Mengembangkan kreativitas dan inovasi.
  3. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
  4. Mengenalkan dasar-dasar pemrograman sejak dini.
  5. Menumbuhkan rasa percaya diri melalui karya nyata.
  6. Melatih kolaborasi dan komunikasi dalam tim. 

Program pengembangan game menggunakan Scratch di SMP Hikma International Boarding School merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran abad ke-21 yang mengintegrasikan teknologi, kreativitas, dan pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta karya digital yang inovatif, bermanfaat, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Scratch sendiri banyak digunakan di sekolah-sekolah di seluruh dunia untuk membantu siswa belajar membuat game, animasi, dan proyek interaktif sambil mengembangkan kemampuan berpikir komputasional.